SOSIALISASI BAHAYA “KLITHIH” DI SMA PANGUDI LUHUR “ST. LOUIS”

SOSIALISASI BAHAYA “KLITHIH” DI SMA PANGUDI LUHUR “ST. LOUIS”

 

Pada awalnya klitih dimaknai sebagai aktifitas mengitari suatu tempat ketika melakukan rondha. Namun saat ini klitih dimaknai sebagai aktifitas negatif yang merugikan. Saat ini klitih dimaknai sebagai sekelompok orang berkeliling mencari korban. Mereka yang dianggap sebagai musuh akan dilukai. Oleh karena itu disarankan untuk tidak keluar malam setelah jam 22. Demikian diungkapkan oleh Aiptu Mujiyono, SH, anggota kepolisian Polsek Sedayu, dalam kegiatan sosialisasi dan kampanye di awal tahun ajaran, Rabu (20/7) didepan siswa kelas X SMA Pangudi Luhur “St. Louis IX” Sedayu, Bantul.

 

Ada beberapa factor pendorong terjadinya kejahatan jalanan, antara lain rasa gengsi antar geng, tradisi geng, solidaritas dalam hal negative dan mencari kesenangan. Dampak dari kejahatan jalanan adalah kerugian fisik, mulai dari luka sampai mati, kerugian masyarakat dan menciptakan banyak musuh. Aiptu Mujiyono menyebut bahwa meski kejahatan jalanan dilakukan oleh anak yang secara hukum dinilai belum dewasa, namun proses pengadilan akan tetap berjalan bagi mereka. Karena saat ini ada Undang undang peradilan anak, dengan sanksi hukuman sepertiga dari hukuman normal.

 

Untuk mengurangi kejahatan jalanan, ada enam hal yang perlu dilakukan, yaitu perlunya kasih sayang dan perhatian dari orang tua, pengawasan penggunaan media, bimbingan kepribadian di sekolah, ibadah, mengikuti kegiatan-kegiatan positif di sekolah dan mempertimbangkan untung rugi saat akan bertindak. Hal lain yang dijelaskan oleh Aiptu Mujiyono, SH adalah ketertiban saat berlalu lintas. Tertib dalam berlalu lintas adalah penting karena pengguna lalu lintas ada resiko membahayakan diri sendiri dan orang lain. Secara umum, peraturan berlalu lintas akan mengutamakan pejalan kaki dan pesepeda.

 

Pembicara lain adalah Rachel dari program bimbingan “Ruang Guru.” Rachel menjelaskan tentang assessment nasional, yaitu proses pemetaan mutu pendidikan pada setiap jenjang pendidikan. Dan di sesi terakhir ada promosi panggilan oleh Sr Theresa, HK, Br Galih dan Frater Budi Sulistyo.

Share this Post