LATIHAN TANGGAP BENCANA DI SMA PANGUDI LUHUR “ST. LOUIS IX”

Tidak ada yang namanya tabung gas meledak. Karena telah dipraktekkan ketika gas mengalir langsung dari regulator dan dinyalakan, tabung gas tidak meledak. Yang mungkin terjadi adalah gas keluar dari tabung dan memenuhi ruangan. Kemudian ada pemicu sehingga gas dalam ruangan terbakar dan menimbulkan ledakan. Demikian dikatakan oleh Dhanu Tranggano, anggota tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Bantul, Kamis (19/10), di SMA Pangudi Luhur ”St. Louis IX” Sedayu, Bantul. Hari tersebut, Kamis (19/10), SMA Pangudi Luhur “St. Louis IX” Sedayu mengadakan sosialisasi dan pelatihan tanggap bencana gempa bumi dan kebakaran, yang diikuti guru, karyawan dan seluruh siswa.

 

Dhanu Tranggano menjelaskan jika dalam ruangan tercium bau gas, maka penanganan terbaik adalah keluar dari ruangan tanpa melakukan hal-hal yang menimbulkan percikan api. Jika seseorang terjebak dalam ruangan yang terbakar dan jalan yang tersedia hanya melompat keluar, pastikan ketinggiannya tak melebihi 4 meter. Jika seseorang terjebak dalam ruangan yang dipenuhi asap, cara keluar adalah dengan merayap pada lantai. Kemudian dipraktekkan bagaimana mematikan tabung gas yang terbakar dan benda yang terbakar dengan menggunakan kain basah.

 

Warsito Muhajid dari tim pemadam kebakaran menjelaskan cara memadamkan api dengan alat pemadam api ringan (Apar). Pelatih lain, Meca Agustiana dan B. Wisnu Widjaja, keduanya dari tim pemadam kebakaran, menjelaskan cara memadamkan api dengan mobil pemadam kebakaran. Sebelumnya dipraktekkan cara evakuasi jika terjadi bencana gempa bumi. Pelatihan penanganan bencana ini merupakan bagian dari program Satuan Pendidikan Aman Bencana.

Share this Post